Selasa, 25 Februari 2014

Sastra dan Nilai Budaya

Sebagian besar sastra daerah di Indonesia identik dengan sastra lisan. Fungsinya, selain sebagai saluran untuk memelihara dan menurunkan buah pikiran suku atau puak yang mempunyai sastra itu, juga cerminan alam pikiran, pandangan hidup, serta ekspresi rasa keindahan masyarakat pemiliknya. Itulah yang biasa dinamakan dengan nilai budaya daerah. Sistem nilai itu berupa konsepsi yang hidup dalam alam pikiran warga masyarakat sebagai sesuatu yang amat bernilai dalam kehidupan. Wujudnya dapat berupa adat-istiadat, tata hukum, atau norma-norma yang mengatur langkah dan tindak budaya adab. Dengan sikap rasa ikut memiliki, dalam diri seseorang akan timbul rasa menghargai dan memiliki sesuatu yang sebenarnya memang milik bersama, seperti adanya rasa memiliki terhadap ungkapan tut wuri handayani (Jawa) dan pepatah bulat air karena buluh, bulut kata karena mufakat. Dalam kehidupan keluarga sering kita dengan petuah, “Janganlah menjadi anak seperti Si Malin Kundang dan Si Mardan yang mendapat kutukan karena tidak hormat kepada orang tua”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar